SANDYAKALA (Bagian 33)
33 Pernikahan Asti Ada kegiatan pelatihan pengembangan teknologi pertanian di pedesaan untuk para petani di balaidesa. Khaerani mendapat pesanan makanan ringan untuk acara tersebut. Saat mengantarkan pesanan, di balaidesa bertemu dengan Pak Sofyan, seperti biasanya Sekdes itu menyapanya sambil tersenyum tapi dengan nada biasa tidak dibuat lembut seperti sebelum-sebelumnya. Khaerani merasa heran atas perubahan sikap Pak Sekdes tersebut, dan tiba-tiba teringat ketika melihatnya sedang memboncengkan Marini. “Jangan-jangan Pak Sofyan dengan Mbak Marini! Ah, masa bodoh. Bukan urusanku. Itu malah lebih baik buatku juga buat Mbak Risma,” pikirnya tersenyum sendiri sambil berjalan keluar dari balaidesa setelah mengantarkan pesanannya. “Rani!” teriak seseorang. Khaerani menoleh, dilihatnya Bagas sedang berlari kecil mendekatinya. “Kamu Sedang apa disini?” tanyanya setelah Bagas berdiri dihadapannya. Kemenakan Pak Said itu mengatakan kalau dia ...