Postingan

Dan laut pun menjadi sepi..... (episode 16)

16.         Merayakan Sekitar jam sebelas siang, Taufan datang ke rumah Kakek dan bertemu dengan Baruna yang baru saja bangun tidur. Baruna tersenyum dan mengucapkan selamat atas kelulusannya. “Tapi sebelum menerima ijazah kamu belum bisa disebut sarjana!” tukas Baruna sambil tertawa. “Ah! Tidak penting! Yang penting sekarang aku lulus! Dan aku ingin merayakannya denganmu dan Wulan! Lihat ini!” Taufan menunjukkan bungkusan besar yang dibawanya yang berisi kue-kue yang dibelinya di sebuah toko kue. “Dan rasanya bertambah enak jika minumnya kelapa muda yang baru dipetik dari pohon.” “Seharusnya kamu merayakannnya bersama keluargamu, Fan!” “Aku sudah merayakannya bersama mereka semalam! Dan kamu pasti su d ah menebak apa yang terjadi! ” Baruna tertawa. “Tapi , sudahlah! Lebih baik kamu cepat mandi, sebentar lagi si nyonya galak datang dengan membawa buah kelapa muda!” “Kamu menyuruh Wulan memetik buah kelapa di pohon?!” “Bukan dia, ta...

Dan laut pun menjadi sepi..... (episode 15)

15.         Lulus Setelah beberapa kali perbaikan dan revisi, akhirnya tiba waktunya Taufan untuk mempresentasikan dan mempertanggunggungjawabkan isi skripsinya dalam sidang di depan dosen penguji. Hampir dua jam Taufan menjawab dan menjelaskan kepada tiga orang dosen pengujinya tentang apa yang dia tulis dalam skripsinya. Jam dua siang Taufan akhirnya keluar dari ruang siding . B eberapa temannya menyambutnya di depan pintu ruang sidang. “Bagaimana Fan?” tanya Nina, seorang teman perempuannya. “Dibantai gak Fan, sama si killer itu?” sahut Donny. “Lulus atau disuruh ngulang?!” tanya Fajar . Taufan memasang muka sedih, membuat teman-temannya mengernyitkan dahi dengan tatapan penasaran, namun sesaat kemudian Taufan berteriak. “Aku luluuuuuuuuuusssss!!!” Teman-teman nya langsung berteriak senang dan memeluk Taufan. “Wah! Sebentar lagi jadi menikah dong, Fan! Si Sekar sudah terlalu lama menunggu tuh!” ujar Nina yang juga teman Sekar....