Postingan

cerpen " RETNO DAN PANJI "

Liburan semester ini aku pergi seorang diri ke rumah simbah di desa, karena sudah lama aku tidak ke sana. Terakhir aku ke tempat simbah sekitar lima tahun yang lalu, saat aku masih duduk di bangku SMP. Selain karena sudah lama tidak bertemu dengan simbah juga karena aku penasaran tentang Retno, kakak ayah yang sudah meninggal. Kata ayah, setelah aku dewasa, saat ini umurku menginjak dua puluh tahun, aku sangat mirip dengan Retno, wajah, cara bicara juga cara berjalannya. *** Setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan menggunakan kereta api ekonomi, disambung dengan menggunakan mobil angkutan umum sekitar setengah jam dan berjalan sekitar sepuluh menit akhirnya aku sampai juga di jalan yang menuju desa simbah, sebuah gapura besar bediri tegak di jalan masuk desa. Di depan sebelah kanan gapura tersebut berdiri sebuah tugu kecil yang merupakan tugu perbatasan antar desa. Aku melihat seorang laki-laki berdiri di sebelah tugu perbatasan tersebut. Laki-laki itu sepertin...

Cerpen "POSTER BERGAMBAR MATA"

         Sore hari, awan hitam nampak menutupi kota kecil itu, tidak berapa lama hujan pun turun. Orang-orang nampak berlarian mencari tempat untuk berteduh, tidak terkecuali dengan pemuda itu.   Di depan sebuah gedung tua kosong, pemuda itu berteduh bersama beberapa orang,lainnya. “Alam yang aneh, padahal beberapa jam yang lalu langit nampak biru cerah, dan sangat panas, tetapi kenapa tiba-tiba menjadi gelap begini dan hujan turun deras sekali?” Pemuda itu berkata dalam hati sambil matanya memandang keatas. “Bulan Juli, masih ada hujan sederas ini, jangan-jangan alam sudah mulai marah, atau kiamat sudah hampir sampai.”   Hampir setengah jam pemuda itu berdiri di depan gedung tua kosong menanti redanya hujan, sesekali dia nampak menghela nafasnya, kemudian pandangannya tertuju pada gedung tua kosong itu. Pemuda itu berpikir kalau gedung tua itu dulunya pasti sangat indah dan ramai karena pada jaman dahulu berfungsi sebagai res...